SEKILAS INFO
: - Thursday, 13-05-2021
  • 4 bulan yang lalu / Tanggal 11 Januari s/d 8 Februari 2021 pelaksanaan lomba dies natalies TIGA PULUH TIGA WARSA SMANKA BERCAHAYA Tingkat SMP/MTs Se BLITAR RAYA

Raden Ayu Kartini adalah pelopor dari kebangkitan perempuan di nusantara. Beliau lahir di Jepara tanggal 21 April 1879. Beliau hidup pada masa dimana seorang anak perempuan hanya bisa terkurung di rumah, berada di dalam kamar pingitan untuk menunggu seseorang datang melamar mereka.

Tapi hal tersebut tidak pernah menyurutkan semangat RA Kartini untuk menggapai cita-citanya. “Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.” Dari kutipan tersebut kita bisa mengetahui, Kartini adalah seseorang dengan semangat yang luar biasa dalam memperjuangkan hak, kebebasan, dan kesetaraan hukum yang setara antara laki-laki dengan kaumnya (kaum perempuan).

Dan di zaman sekarang, hak perempuan dan laki-laki adalah sama. Dimana seorang perempuan bisa memiliki cita-cita untuk diwujudkan, bisa menempuh pendidikan, dan bisa mengenal dunia tanpa harus berada di kamar pingitan.

“Kartini Masa Kini” yang artinya bukan hanya sekedar perempuan berpakaian kebaya, tapi artinya adalah perempuan hebat, mandiri, berpandangan luas dan berbudi luhur. Kartini masa kini adalah mereka dengan semangat dan keberanian untuk melangkah dan bergerak maju.

 

Berikut ini adalah tanggapan dari beberapa warga di SMA Negeri 1 Kademangan mengenai Kartini Masa Kini :

“Jangan hanya dari tampilan luar kita mengenakan pakaian Kartini (kebaya) tapi makna yang terkandung di dalamnya yang harus kita maknai lebih dalam. Kita melihat sosok Kartini dari perjuangannya, beliau seorang wanita yang hidup di zaman penjajahan yang kehidupannya sangat terbatas, tidak semudah sekarang ini. Tapi beliau luar biasa bisa memperjuangkan agar kaum wanita mempunyai peran, kedudukan, dan kesempatan yang sama. Kesempatan untuk bisa menganyam pendidikan, sehingga bukan hanya kaum laki-laki saja yang bisa bersekolah dan berperan dalam pemerintahan, itu adalah hasil dari perjuangan RA Kartini. Dengan perjuangan tersebut, sudah sepantasnya kita memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Maka peran dari wanita-wanita sekarang itu harus lebih berperan dalam hal sebagai ibu, dalam dunia pendidikan. Pandangan tentang ‘untuk apa sih wanita menempuh pendidikan jika pada akhirnya harus menikah dan memasak di dapur saja?’ itu tidak benar. Sebagai wanita kita juga harus memiliki pendidikan tinggi dan mengejar cita-cita.” –Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kademangan (Endah Purwati,

 

“Dalam peringatan hari Kartini yang diperlukan adalah wanita sekarang mencontoh Kartini asli (sikap dan semangat) dan disesuaikan dengan kondisi yang sekarang. Dengan perkembangan zaman ini jangan sampai membuat tekad Kartini luntur karena Kartini menanamkan emansipasi yang artinya semangat agar kaum wanita jangan sampai kalah dengan laki-laki (mampu mandiri). Intinya wanita sekarang harus bisa memilih dan memilah mana pekerjaan khusus pria, khusus wanita, ataupun untuk keduanya. Kalau dilihat, sekarang sudah banyak yang mampu mewujudkan cita-citanya hanya saja kemampuan tersebut jangan sampai menyababkan lunturnya semangat wanita itu sendiri. Jangan sampai karena punya kemampuan kemudian merendahkan kaum laki-laki.” Pak Arief selaku Waka Kesiswaan yang juga sebagai pengajar mapel PKn.

 

“Wanita sekarang sudah mengalami perkembangan yang amat tinggi kehidupannya, memiliki posisi penting, dan berprestasi dimanapun bidangnya. Saya kurang setuju tentang pandangan ‘kenapa wanita harus memiliki pendidikan tinggi jika pada akhirnya akan menikah dan memasak di dapur saja?’ karena tugas di dapur bukan hanya tugas wanita karena dalam keluarga kita harus bekerja sama dan saling membantu. Apalagi wanita sekarang juga ada yang menjadi kepala keluarga jadi pandangan seperti itu harus dihilangkan. Pesan saya wanita harus punya kehidupan yang sama dengan pria dalam artian harus menjaga dan memperhatikan kodratnya sebagai wanita.” Bu Luh Putu selaku Waka Kurikulum sekaligus mengajar mapel Bahasa Inggris.

 

“Menurut saya harus ada intropeksi lagi karena sikap dari anak-anak zaman sekarang masih kurang dibanding dengan anak-anak zaman dulu. Mungkin yang perlu diperbaiki adalah etika, cara menghargai orang tua, dan karakter. Tentang pandangan ‘kenapa sih wanita harus memiliki pendidikan tinggi jika pada akhirnya akan menikah dan memasak di dapur saja?’ menurut saya pendidikan itu nomor satu, kalau dulu mungkin setelah sekolah wanita akan segera menikah tapi sekarang berbeda. Antara wanita dan laki-laki itu derajatnya sama dalam arti bisa menghargai kerja keras dalam bentuk karir atau pendidikan.” ujar Pak Diaz ketika ditanya pendapatnya tentang Kartini masa kini. Beliau pengajar mapel Kewirausahaan dan sebagai Pembina ekstrakurikuler musik di SMAN 1 Kademnagan ini.

 

“Profil Kartini Masa Kini harus bisa melihat dari Kartini itu sendiri. Ada tiga hal yang saya lihat dari Kartini. Pertama, Kartini adalah sosok yang cantik. Artinya Kartini sekarang harus memiliki perilaku dan sikap yang baik. Kedua, Kartini adalah sosok yang cerdas. Artinya perempuan saat ini harus memiliki pengetahuan dan wawasan luas. Ketiga, Kartini adalah perempuan yang berbudi pekerti luhur. Artinya perempuan saat ini harus tetap mengedepankan nilai-nilai luhur budaya bangsa.” kata Bu Yudi saat ditanya tentang pendapatnya mengenai Kartini masa kini dan beliau mengajar mapel Bahasa Indonesia.

 

 

oleh: Tim Penulis Jurnalis Medisa SMAN 1 Kademangan

 

1 komentar

komandan, Friday, 30 Apr 2021

kerennn tim jurnalis SMANKA, terus goreskan pena dengan tinta semangat-semangat Kartini

Reply

TINGGALKAN KOMENTAR

Data Sekolah

SMAN 1 KADEMANGAN

NPSN : 20514350

Jl. Kresna no 29
KEC. Kademangan
KAB. Blitar
PROV. Jawa Timur
KODE POS 66161
TELEPON 0342-804485
FAX 0342-804485
EMAIL smankademangan@yahoo.co.id